Kamis, 09 April 2015

Musim

Tyara Rahmannisa

Semi
Adalah saat rerumput menguning padi
Menyungging senyum para petani
Dan di sana
Entah di belahan bumi mana saja
Beberapa pasang mata
baru menatap gemerlap dusta dunia
dari daun jendela
Panas
Adalah dunia yang membias
Pecah
Menjadi jalan-jalan setapak
Menjadi butiran mimpi
Tinggal pilih
Arah mana kan diikuti
Gugur
Mengukur tiap jatah umur
Lewat daun-daun yang jatuh
Untuk kemudian
Menyubur tanah leluhur
Dingin
Merasuk sampai ke ulu hati
Di penghujung hari
Saat nadi dan detak jantung terhenti
Lalu membawa kita lari, pergi
dan takkan pernah kembali lagi
Pada akhirnya
Hujan akan menghapus segala ingatan