Jumat, 24 Februari 2017

“SECERCAH CAHAYA DI DUSUN SIDAMULYA”

Sayup-sayup adzan maghrib mulai berkumandang dari sebuah mushola kecil dekat posko KKN Mahasiswi. Disusul lantunan sholawat oleh anak-anak lewat speaker mushola. Kami pun bersiap untuk ikut sholat berjamaah

Malam yang indah. Bulan kuning bersinar di langit Banjar. Seterang itulah kami menemukan sosok wanita dengan semangat yang menyala, ialah Ibu Fatonah yang sederhana dan bersahaja. Beliau adalah seorang guru mengaji yang tak kenal lelah untuk tetap menyalakan lilin di tengah kegelapan Sidamulya. Selepas maghrib hingga Isya Ibu Fatonah datang ke mushola kecil itu untuk mengajar anak-anak mengaji. Mereka yang mengaji di mushola ini adalah anak-anak dari usia kelas dua hingga kelas enam SD. Setelah selesai sholat maghrib berjamaah, kami berbincang sebentar dengan ibu Fatonah dan anak-anak. Pertemuan ini diawali dengan perkenalan. Selanjutnya pembacaan Surat Yasin besama-sama dipimpin oleh Ibu Fatonah.

Setelah pengajian selesai, dilanjutkan dengan tilwah lagu-lagu Al-Qur’an seraya menunggu waktu shalat Isya. Ibu Fatonah juga sempat menuturkan dengan prihatin bahwa dahulu anak-anak yang mengaji di mushola ini cukup banyak. Tetapi setelah mereka beranjak remaja, satu per satu mulai meninggalkan pengajian ini. Oleh karenanya, generasi baru yang kini masih semangat mengaji di mushola ini, adalah pelita yang harus terus dipertahankan sinarnya, agar tidak redup ditelan waktu. Bersyukur sekali, kehadiran kami sangat diterima dengan baik oleh Ibu Fatonah beserta anak-anak.
Tak jauh dari mushola ini, ada juga sebagian mahasiswa KKN yang mengajar pengajian anak-anak di masjid Baitul Amal. Dilaksanakan pada waktu yang sama, yaitu dari ba’da maghrib hingga adzan Isya. Kegiatan pertama bersama warga hari ini diakhiri dengan sesi foto bersama.





Tidak ada komentar: